Hati, Sajak dan Puisi
Salam Kenal.....
Assallammuallaikum Wr. Wb...
Salam Sejahtera....
Om Suasti Astu.....
Semoga Catatan kecil ini berguna bagi kawan-kawan semua..
Catatan ini adalah Prosa dari Hati dalam bentuk sajak dan Puisi, yang tentunya pasti banyak mengalami dari kawan-kawan tentang Duka, Senang, Sedih, Menangis, Bahagia, Tertawa tentang meninggalkan dan ditinggalkan...
Kawan's Hidup ini adalah Pilihan.... Hidup dan takdir kita yang menentukan...
Berani berbuat harus berani akan resiko yang terjadi..
Kebohongan dan kejujuran saat ini berbanding kebalik dengan prilaku sehari-hari
kita hadapi dan nikmati akan irama dalam hidup karena kita yang menjalani bukan teman, sahabat, saudara bahkan orang tua kita.. karena mereka hanya melihat sebab kita yang berperan mutlak sepenuhnya dalam alur langkah yang akan kita tentukan.....
Sebab semua bermuara pada 1 prisip yaitu BAHAGIA... dan hal itu tidak bisa dipaksa, hal itu datang apabila kita menjalaninya bukan hanya dibuat angan-angan... oleh karena itu kawan jangan takut mencoba..... lakukan apa yang kawan2 mau.. temukan disana arti Cinta, Sayang karena itu senyawa dengan rasa Bahagia....
Selamat berpetualang...... By.@/B0edt
Waalaikum Salam Wr. Wb
Salam sejahtera untuk semua
Om Santi..Santi..Santi..Om
Senin, 06 Februari 2012
PeRJaLaNan Di UjunG SEnjA..
Untaian puisi tak lagi di baca dan dimakna..
Kosong dalam kehampaan hati yang tahu sangat menyikasa...
Kuatnya gengsi untuk kembali menutup hati, mata dan telinga bahwa Tuhan telah mencipta...
Tapi endapan lumpur begitu besar hingga bersitan gangga tak lagi mempan untuk diterima...
Perubahan pun menjadi pepesan kosong yg tak ada artinya kini... Karena senja telah pudar berganti warna...
Biarlah apa dan mengapa menjadi panutannya untuk langkah...
Walau rasa itu tak pernah hilang, tapi akan hilang ditelan bumi bila ego masih dijadikan nilai utama dlm langkah yang kian dekat dengan masa depan.
Hanya untai kata sanubari berhembus syair... Senjaku benar2 telah pudar.....
06/02/2012 / @B0edt
NYAYIAN KALBU
Hening terasa malam ini....Tak ada sensasi yang bisa meraba hati....dan kalbu kian tergores mati.....
Rona dalam rona selalu mengisi kekosongan pikiran yang telanjang tak karuan....
Mata kian sayu melihat tubuh yang kian pucat menatap rumitnya sebuah kalbu....
Angan kian melayang jauh....mendekap sebuah bayangan yang tak pasti akan nyata....
Hentakan jantung kian tak ber irama merasakan peliknya tanda tanya yang tercipta.....
Nyayian Kalbu kian menggema saat Tidur itu tak bisa dan tak biasa....
Sesak atas sebuah kepastian yang semu....dan..antara ada dan tiada itu benar adanya.....
sebuah nyayian kalbu kian berkumandang saat Tidur itu tak bisa dan tak biasa.....
hanya pasrah..menjalani dan terus terjalani.....atas karunia yang diberikanNya untuk seorang Manusia......
12 Desember 2010 pukul 21:22 /@B0edt
PERJALANAN TANPA BATAS
kudaki yg tinggi tanpa alas kaki, hnya percaya dan yakin sbgai senjata, dan itu terlaksana, tpi malam ini dlm sujudku aq sadar msh byk yg salah yg terterapkan.. terjadi biduk dlm sangkar.. ego yg sngat didepan.. guratan senyum selalu brhias durjana... tak ada lagi rasa percaya diri, semua hanya was2 yg trpikirkan tiap hri utk takut kehilangan sang mahkota raja, oh sungguh picik pikiran diri..
hanya pasrah kini kunikmati dalam kesendirian sunyi...
27 Oktober 2011 pukul 1:27 / @B0edt
^^^^KEPASTIAN HATI^^^^
Tak ada kata yang terucap kala biduk terbaring dalam bayangan senja...
Ikatan telah terbentuk begitu kuat, takkan bisa terlepaskan lagi...
Kepastian hati telah terpatri rapi dalam seni yang begitu indah penuh tantangan..
Tuhan tidak tidur dalam mengatur waktu, karena ini sudah terjadii atas karuniaNYA....
Hanya waktu yang sanggup menjawab..
Hanya Rasa yang bisa merubah semua..
Hanya kau dan aku yang akan menjalankan atas takdir yang telah diberikan olehNYA...
Tunggu Sebentar semua akan terlaksana bagai untaian senja yang manis tersenyum di singgasana sang NIRWANA RAJA.
MENYATU DALAM DIRI..... UKIRAN SANG HATI YANG YAK TERUCAP
Waktu terus berdetak seiring dentuman jantung yang menghentak....
Berdetak dalam mahligai nuansa.. yang sempurna, tak terucap tapi terasa indah...
kikisan dari perjalanan Cinta dari sang hawa yang kian merona untuk sebuah lingkar dewasa...
Sayang tak harus di ucapkan, Cinta tak harus di umumkan..... karena rasa tak akan kemana-mana bila sang terbit itu telah tiba....
Kita telah menentukan takdir kala hati tak sempat berpikir bahwa itu akan terjadi....
jadikan nuansa hati terus kembali, karena Tuhan memberikan yang terindah untuk di jalani...
tak ada batas yang harus di takuti, karena manusia sebenarnya sama dalam posisi..... hanya tautan waktu yang membedakan, karena sebenarnya rasa itu tak berbatas waktu....
usia adalah birokrasi hidup.....
bukan sebagai hambatan untuk mengekang rasa itu ada....
menembus batas adalah khalingga sempurna dalam damainya rasa untuk bahagia... mengalir sejuk dikodrat gangga yang sucii dan abadi.....
Terima kasih rasa.... semoga kau berikan yang terindah... di kedepan yang sempurna...
KAu HadIR dALaM kESUnYiAN hATi____¤¤©
Kala hati terpuruk sepi...
Kala langkah terpaut sang gangga diujung nirwana cinta.
Kala takdir itu nyata adanya...
Kala pasrah menjadi nyata akan separuh jiwa hadir kembali dalam khalingga rasa.
Dalam rindu kutemukan sosok pengganti...
Dalam rona kutemukan buaian senja akan asa yg dulu ku harap...
Semoga pagi berikan perubahan utk jalan yg nyata disudut mentari hati yg lama telah hampa krn kini brlahan telah terisi kmbali oleh senyum tulusmu tuk menerima sama2 apa adanya...
@B0edt
24 Agustus 2011 pukul 2:32
HEMBUSAN YANG TERTINGGAL
Kadang lamunan itu bisa jadi nyata andai kta sadar bahwa kita punya suatu kodrat yang sempurna....
terasa hilang kalau kita tak mau mengerti sebuah daun yang gugur saat tangisan itu mengalir di bibir..
saat merah, bertabur jingga, saat hati tak lipurkan lara.... adakah bisa mendua....????
hanya suasana yang anggap sempurnah yang bisa merubah untuk nyata adanya...
kadang picik itu indah bila tuntutan itu tiada...
hanya rasa dan suka untuk dilalaui tanpa kata tapi terasa...
Kadang keinginan fatamorgana itu terjadi bila kita memang mau untuk melakoni...
wahai embun yang datang berteteskan air kalingga...ada kau berasa bahwa semua itu indah...????
wahai perempuan yang di ujung sana adakah kau berpikir untuk mau merasakan tanpa ada tuntutan....????
Wahai sejuknya udara pagi...andai kau beri aliran dalam hati untuk merasakan kembali
aku mungkin bahagia.... tapi dimana aku tak tahu..
@/B0edt
16/04/2011
23:30..